KASIH ITU SABAR

•December 12, 2012 • Leave a Comment

NATS: 1 Korintus 13:4

PENDAHULUAN

Banyak orang yang menurut pandangan kita tergolong orang sabar, contohnya……

Dan ada pula orang menyebut dirinya sendiri adalah orang yang sabar…….pede banget….

Malahan lagi ada orang yang memiliki nama ”Sabar”………

Tapi pertanyaannya adalah apakah sabar yang dimaksud adalah sabar yang alkitabiah?

Karena kita perlu ingat: dari agama lain kita sering mendengar kalimat: orang sabar dikasihi Allah.

Karena itu, tema ini penting bukan hanya agar dapat dijalankan di gereja tetapi juga untuk mempersiapkan kita dalam melaksanakan KOMSEL serta juga dalam kehidupan sehari-hari: baik sebagai pengusaha, karyawan, sebagai pelajar, ibu rumah tangga dan berbagai profesi yang lain.

Sebenarnya bicara kata sabar, adalah hal yang tidak mudah untuk kita jalankan. Karena pada kenyataannya manusia memiliki bawaan untuk tidak sabar. Sejak kecil ada kecenderungan untuk tidak sabar.
Ilust. perhatikan anak kecil – segala sesuatu kepinginnya selalu tergesa-gesa.Anak kecil waktu kita beri hadiah kepinginnya langsung buka/langsung makan. Waktu kita katakan kepada anak kita untuk beli tas, ayo pak sekarang…., atau kok ndak beli-beli sih pak. Bahkan waktu kita masih hanya berencana, misal untuk keluar untuk rekreasi, kepinginnya segera untuk rekreasi. Kalau tidak kenal bahwa anak memiliki tabiat yang tidak sabaran, tidak heran orangtua gampang marah-marah dan darah tinggi.

Bukan hanya itu. Zaman hari ini yang ”serba instant”: mulai dari mi instant, handphone, remote control, kartu ATM, kartu kredit, internet, komputer dengan speed tertentu; Sadar tidak sadar membentuk kita menjadi manusia yang harus bergerak cepat, namun di sisi lain menjadikan kita orang yang tidak mudah untuk menjadi sabar.
Menjadikan kita mudah tersinggung
Lihat orang lambat-lambat kerjanya kita marah
Lihat mobil macet kita mudah sekali jengkel
Dan benar-benar, menunggu adalah pekerjaan yang supermembosankan

Namun ini bukan alasan bagi kita untuk beralasan untuk menyerah kepada ”sifat bawaan”, temperamen dan situasi zaman….ya…, saya memang tidak bisa sabar karena bawaan saya sudah demikian…..
Sabar?….ndak lazim di zaman ini.

Hal ini tidak boleh terjadi.

KARENA ADA PERNYATAAN DALAM FIRMAN TUHAN: ALLAH ITU KASIH

I Yohanes 4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
Tuhan yang kita sembah kasih. Dari bagian ini sebenarnya memberikan kepada kita bahwa Allah Tritunggal adalah ajaran yang paling bertanggungjawab – mengapa kalau disebut Allah itu kasih sejak kekekalan, lantas kepada siapa ia mewujudkan kasih-Nya. Itu sebabnya ini hanya dapat dimengerti bahwa Allah Bapa mengasihi Allah Anak, dan Allah Anak mengasihi Allah Roh Kudus, dan Allah Roh Kudus mengasihi Allah Bapa.

Jadi kalau kita adalah anakNya Tuhan maka kita harus memiliki kasih. Jadi jika orang menyebut dirinya orang percaya namun ia hidupnya penuh kebencian maka predikatnya sebagai orang Kristen diragukan. Siapa pun dia.

KARENA TERNYATA SABAR MERUPAKAN PERWUJUDAN KASIH

Demikian pula, jikalau orang menyebut dirinya mengasihi namun ia tidak memiliki sifat sabar maka hal ini adalah sesuatu yang tidak sejalan.
• Menarik sekali pada nats yang kita baca menyebutkan bahwa kasih itu sabar.
• Kata sabar yang dipakai di sini adalah: makrothumia
• Makro = panjang atau lama
• Thumia = menderita atau sakit
Secara hurufiah sabar atau kesabaran berarti: penderitaan/sakit yang lama atau panjang (long suffering)
o Sehingga dapat dikatakan bahwa kesabaran itu mengandung suatu pengorbanan yang mulia
o Karena bukan saja berarti menahan diri, namun ketika menahan diri ada rasa sakit yang ditanggung
o Ilust. tidak heran ada orang yang marah besar sampai tinju dinding dan teriak-teriak atau menangis
Karena itu di Amsal 16:32 “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota”

Kita akan bingung sekali, orang sabar kan ndak buat apa-apa, masakan justru melebihi seorang pahlawan? Melebihi seorang yang merebut kota.Bukankah para pahlawan yang merebut kota, banyak mengeluarkan keringat, penuh luka-luka, penuh darah?

Kata MAKROTHUMIA memberikan jawaban kepada kita karena ternyata orang yang sabar berbuat sesuatu yang agung, yakni pengorbanan yang luar biasa – jikalau para pahlawan penuh luka-luka jasmaniah maka orang sabar penuh dengan luka-luka batin.

Inilah bedanya konsepsi dunia: dunia mengajarkan kita ”balaslah dendam”

Kita merasa kalau dendam kita terbalas maka kita kita akan PUAS. Bahkan ada orang yang sedang rajin menantikan kejatuhan orang yang ia musuhi. Sampai dendamnya terbalas – ”kapok kamu ya……!!!”

Ilust. Waktu saya dulu kuliah manajemen, saya pernah melakukan tindakan yang paling bodoh sekali. Saya merobek kertas depan dosen. Gara-garanya saya disuruh pindah depan waktu ujian.

Namun Alkitab mengajarkan kepuasan yang sejati melalui rasa sakit yang ditanggung yakni dengan bersabar.
o Kita lazim menolak: ”Enak di Lu ndak enak di Gua”
o Inilah pola ilahi yang perlu kita miliki.

Kita perlu, ketahui bahwa Paulus mengajarkan kasih ini adalah di tengah stuasi yang paling ‘ricuh’ di Jemaat Korintus. Yang memungkinkan setiap orang untuk ‘adu kuasa’; ‘siapa yang paling kuat’ atau ‘siapa yang paling benar’

Namun Paulus mengajarkan dalam konteks itu bahwa bila anda memiliki kasih maka ”KASIH ITU ADALAH SABAR”

Ilust. Akhir-akhir ini mungkin kita mendengar perseteruan antara ………..

Mungkin kita merasa bahwa kejadian ini kekanak-kanakan, namun bagaimana bila kita dikatain orang:
Kamu itu ke gereja setengah hati
Kamu melayani cuman cari muka
Pekerjaanmu ndak becus
Para majelis bisanya rapat melulu
Cuman perhatikan orang kaya
Kamu itu orang rakus? (Yesus pernah disebut pelahap)
Dll – yang membuat kuping kita merah, membuat hati ini dongkol…………….?
Masihkah kita dapat bersabar?

Apa pun itu, apa pun alasan anda, Allah mengajarkan kita hari ini bahwa KASIH ITU SABAR.

DALAM ALKITAB KITA MENEMUKAN BAHWA PENERAPAN KESABARAN ITU SANGAT LUAS SEKALI, yaitu:

Dalam mengemukakan pendapat
“Oleh sebab itulah pikiran-pikiranku mendorong aku menjawab, karena hatiku tidak sabar lagi – Ayub 20:2
Bersabarlah dengan aku, aku akan berbicara; sehabis bicaraku bolehlah kamu mengejek – Ayub 21:3

Perselisihan
Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran –Amsal 19:11

Bersikap kepada pemimpin
Dengan kesabaran seorang penguasa dapat diyakinkan dan lidah lembut mematahkan tulang – Amsal 25:15
Jika amarah penguasa menimpa engkau, janganlah meninggalkan tempatmu, karena kesabaran mencegah kesalahan-kesalahan besar – pengkhotbah 10:4

Penganiayaan atau pelayanan
kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar – 1 Korintus 4:12
Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah – Wahyu 2:3

Pengharapan
Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya – Ibrani 6:15

Seluruh hubungan/relasi
Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang – 1 Tesalonika 5:14

WARNING:

Namun dalam menegur dosa, menyatakan kebenaran– DIPERBOLEHKAN UNTUK TIDAK SABAR.
TENTU SAJA KETIDAKSABARAN DALAM HAL INI ADALAH KETIDAKSABARAN YANG SUCI DAN PENUH BIJAKSANA.
Maka kata Yesus: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!” – Matius 17:17

Padamu hanya ada batu-batu licin dari sungai, dan hanya itu sajalah yang ditentukan bagimu; kepada mereka juga engkau mengunjukkan korban curahan, dan mempersembahkan korban sajian. Masakan Aku sabar akan hal itu? – Yesaya 57:6

Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu tarima – 2 Korintus 11:4

Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta – Wahyu 2:2

Warning di atas adalah pengecualian

Bagaimana pun mari tetap mengingat bahwa kasih itu sabar (makrothumeia)

JIKALAU KITA MASIH SUKAR UNTUK BERSABAR SAMPAI HARI INI, ada tips sederhana:

Ingat Allah begitu sabar melihat ”hidup & tingkah laku kita” – masakan kita lebih daripada Allah, mau menghancurkan/membinasakan orang yang menyebabkan kita tidak sabar? (Mazmur 145:8 TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.)

Inilah spirit yang semestinya kita juga berikan kepada orang lain

Khususnya bagi para fasilitator yang sebentar lagi menunaikan tugasnya: mari ingat Allah telah lebih mendahului kesabarannya kepada kita.

Ingat anda masih mungkin untuk tidak sabar!
Biasa ditipu orang, mungkin anda mampu mengendalikan diri
Namun mungkin ketika anda dimaki-maki orang, anda mudah bereaksi untuk membalas dendam anda.

1 Timotius 6:11 Kejarlah kesabaran!

Perlu diingat pula, bahwa bila anda adalah orang percaya anda memiliki buah roh yaitu ”sabar” dan ”pengendalian diri”.(Galatia 5:22-23)

Kalau toh, anda bertemperamen keras asalkan anda adalah orang percaya anda memiliki sumber kesabaran yang melimpah.

Ingat: Mengasihi adalah perintah dan jangan pula pernah lupa bahwa kasih itu sabar.

Mari minggu ini dengan tidak muluk-muluk bangunlah kebersamaan anda, tingkatkanlah kerohanian anda, mulailah dari hidup yang penuh dengan kesabaran.

Biarlah dengan kesabaran yang anda tunjukkan, ibarat mercusuar, banyak orang melihat “Kristus” melalui anda.

PENUTUP:

Ilust. ‘Mata’ Almarhum papa saya yang penuh kesabaran yang “mempertobatkan” saya!

DOSA

•December 12, 2012 • Leave a Comment

Nats. YESAYA 59:9-22

Suatu ketika dua orang sahabat A dan B (keduanya adalah orang Kristen) naik dalam satu mobil. Mereka hendak pergi ke suatu tempat. Si A yang menyetir sedangkan B duduk di sebelahnya. Ternyata si A menyetir, sangat kencang alias ngebut. Si B menegur Si A, “jangan ngebut-ngebut kalo bawa mobil”Si A balik menyahut si B, “lho kamu ini ndak beriman, tidakkah kamu tahu kalo malaikat Tuhan slalu bersama-sama dengan kita”. Kemudian si B kembali menyahut, “beriman sih beriman, tapi saya takut kalau-kalau malaikat-malaikat Tuhan telah jauh ketinggalan di belakang akibat kamu ngebut”. Bukankah kita juga seringkali seperti si A dalam hidup ini.

Kita seringkali berpikir bahwa Allah dapat MEMAKLUMI setiap tindakan dan perilaku kita.Kita seringkali berlindung di balik atribut kita sebagai KRISTEN/ANAK TUHAN. Kita seringkali mencari pembenaran-pembenaran diri.

Tidak heran kemudian, di wilayah-wilayah yang jumlah orang Kristennya PALING BANYAK, justru menjadi sarang daripada kehidupan yang mencemarkan nama Tuhan
Ilust. Sebagai contoh, saya lihat dengan mata kepala saya sendiri, setelah selesai ibadah , orang-orang Kristen – bukannya terus memuliakan Tuhan, tapi setelah ibadah kembali judi dan miras – setiap minggu demikian
Mengapa? Berpikir ‘Tuhan maklum’; Berpikir ‘aku anak Tuhan’; Berpikir ‘aku orang Kristen’; Berpikir ‘Tuhan tetap dekat’;
Ilust. Kisah seorang pendeta, yg diperingatkan bahwa di daerah kristen orangnya jahat-jahat. Ilust. Bahkan saya ingat waktu masih gereja (di nias ini) seorang teman, konsentrasi ‘fokasi’ (pelet) orang lain.

Mengapa, hal ini bisa terjadi?
Karena “banyak orang Kristen” mengabaikan yang tertera dalam, Yesaya 59:1-2, yaitu:

Pertama, DOSA MENJAUHKAN KITA DARI TUHAN
Tak peduli kita orang Kristen atau tidak, yang namanya DOSA, pelaku dosa Allah tidak mentolerir, ALLAH akan tunjukkan ketidaksenangannya
Allah tidak dapat disogok dengan atribut anak Tuhan – Allah tidak bisa diajak Kolusi/Nepotisme. Ilust. Saya tahu dulu beberapa guru saya ada yang toleransi dengan saya, karena melihat saya sebagai anak pendeta, itu pula yang menjadikan saya besar kepala dulunya dan akhirnya jauh dari Tuhan
Mengapa? Allah itu memiliki natur kudus – karena itu Allah sangat muak/benci dengan dosa
APLIKASI:
Jangan berlindung di balik, atribut yang ada pada kita. Ilust. Itu pulalah, yang pernah saya alami – gereja sih tetap gereja (apalagi anak pendeta) tapi dosa jalan terus……………………..Ingat: dosa dapat menjauhkan kita dari Tuhan – Orang percaya harus memiliki pengetahuan ini.

Yang kedua, DOSA MEMBAWA DAMPAK BURUK DALAM KEHIDUPAN
Warning: Tidak semua yang buruk, adalah akibat dosa kita; “Jangan nantinya, sedikit-sedikit karena dosa” – jangan menjadi ahli tuding/hakim sesamanya.
Namun, dosa bisa membawa dampak buruk.
Ayat 9-13 menunjukkan kepada kita, dosa menyebabkan penderitaan yang hebat. Banyak ajaran hari ini yang menekankan tentang kasih Allah tetapi seringkali mengabaikan murka Allah. Contoh: Saksi Yehova tidak percaya adanya neraka
Ilust. kenakalan remaja yg sangat menakutkan sekaligus mencengangkan
Dosa juga dapat menyebabkan hilangnya keadilan dan kebenaran (ayat 14-15). ilust.1 Bom Marriot, juga kembali terjadi mengapa, buta terhadap keadilan dan kebenaran yang sejati (mungkin bisa saja ia berpikir bahwa apa yang ia lakukan adil dan benar). Ilust.2 Seorang ayah membawa anaknya ke rel kereta api, dan memutuskan kaki anaknya.
Ini adalah akibat dosa – yang muncul hanyalah keadilan dan kebenaran yang SEMU BELAKA/PALSU BELAKA.

DOSA MENJADIKAN KITA PICIK, MENJADIKAN KITA “BUTA”
Ilust. Sperti kisah 2 orang ibu yang bertengkar, yang mempertahankan egonya masing-masing sampai mati. Ibu A: kalo kamu masih di gereja ini, lebih baik saya pindah gereja; Ibu B: kalo saya ketemu kamu di surga, lebih baik baik saya masuk neraka
Ilust. Kisah Charles Wilson (kisah nyata!). diberi grasi namun tak mau menerimanya. Belenggu dosa mengikatnya sedemikian rupa.
Aplikasi: Jangan main-main dengan dosa; Jangan pandang remeh akibat dosa
Warning pula: Jangan pula kita berpikir, karena semua baik-baik aja maka anda terus berkubang dalam dosa.

YANG KETIGA, DOSA DAPAT DIAKHIRI DENGAN PERTOBATAN SERTA MENGINGAT JANJI-JANJI ALLAH (ayat 20-21)
………………………………..
Saya tidak panjang lebar di bagian ini, tapi tolong perhatikan:

PERTAMA, ISI DIRI DENGAN FIRMAN TUHAN – (tak dapat digantikan oleh sekolah, gelar,pendidikan atau apa pun)

KEDUA, PERHATIKAN KEBIASAAN KITA. Karena suatu tindakan yang terus menerus dilakukan itulah kebiasaan dan akhirnya itulah yang membentuk kita
Ilust. Tentang suatu kebiasaan……………..
Jangan pernah abaikan hal yang kecil. Ilust. Kelihatan remeh tetapi dampaknya mematikan

KETIGA, BERANI BERKATA ‘TIDAK’ KEPADA YANG SALAH! Berani berkata tidak kepada dosa
Contoh:
Handphone/internet dengan situs-situs porn
Blackberry yang dijual illegal

ILust. Martin, kamu tidak bisa menghalau burung terbang di atas kepalamu, tetapi yang kamu bisa adalah menghalau burung tidak sampai hinggap di kepalamu.

Ilust. Kisah di Sekolah Teologia (tuntas)

Kiranya tiga hal yang kita pelajari hari akan mengubahkan hidup kita, menyadarkan kita bahwa kita bukan lagi hamba Dosa tetapi hamba Yesus Kristus, karena itu kita perlu berjuang melawan dosa.
Dosa menjauhkan kita dari Tuhan; Dosa membawa penderitaan; Dosa hanya diakhiri dengan kemurahan Tuhan dan pertobatan yang sejati.

Penutup:
Ayat hafalan: Maka tangan-Nya sendiri memberi Dia pertolongan, dan keadilan-Nyalah yang membantu Dia (Yes.59:16b)

Doa penutup:

Pujian: DI HATI KAMI TUHAN

BERGANDENGAN TANGAN

•December 12, 2012 • Leave a Comment

Nats 1 KOR 3:1-9

Kita pasti mengenal istilah DIAGNOSA. Suatu analisa yang biasa yang dilakukan oleh seorang dokter pada waktu kita sakit. Yaitu dengan memperhatikan gejala-gejala yang timbul. Seorang dokter akan mencoba meneliti dengan sebaik-baiknya., mungkin dengan tanya jawab atau meneliti bagian tubuh pasien secara utuh.

Anda bisa bayangkan kalo dokter salah melakukan diagnosis, maka bisa jadi obat yang diberikan salah dan penyakitnya tambah parah. Misalnya sakit kepala diberikan obat cacing, dsb…….bisa repot. Ilust. Dalam minggu yang lalu, sakit tenggorokan yang luarbiasa. Sampai amoksan minum ndak sembuh-sembuh. Lalu kemudian ganti obat, radangnya sembuh, tapi muncul sakit baru cekukan selama 3 hari akibat obatnya terlalu keras.

Demikian pula, dalam nats yang kita baca barusan seolah-olah Paulus adalah seorang dokter – dokter pribadi.

Paulus mendiagnosa jemaat Korintus (dalam jangka waktu yang lama….”pada waktu itu”) dan hasil diagnosanya adalah ‘jemaat Korintus adalah manusia duniawi’. Sekalipun jemaat Korintus adalah orang yang telah percaya kepada Kristus, namun ternyata kehidupan mereka masih tergolong duniawi. Dan jelas ini bertentangan dengan buah roh (Gal 5). Dari kata-kata Paulus ini menunjukkan bahwa ukuran kerohanian, bukan diukur dari karunia roh tetapi dari buah roh!

Saya mau tanya, kalo ada diagnosis (hasil diagnosa) seperti ini kita sedih atau tidak? Ilust. Bagaimana bila anda suatu ketika belanja di warung. Misal beli indomie. Lantas setelah pulang ke rumah, anda membukanya dan ternyata isinya bukan indomie tapi isinya berisi potongan-potongan kertas? Atau misalnya lagi beli obat tapi isinya racun? Kira-kira respon anda dengan peristiwa tersebut, BUNGKUSAN TIDAK SAMA DENGAN ISINYA? PASTI SEDIH/KECEWA BERAT BUKAN?

Nah, seandainya jemaat GPMII didiagnosis hari ini, kita tergolong yang mana? Manusia duniawi atau manusia rohani?

Mari perhatikan gejala-gejala seperti yang dikemukakan oleh Paulus:

APAKAH ADA GEJALA IRI HATI?
Di dalam ibadah hut, kita pernah renungkan bahwa di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.

Mengapa iri hati bisa membawa kekacauan dan segala macam perbuatan jahat? Seorang yang bernama Barclay mengatakan bahwa: ada 2 jenis iri hati. Pertama, umumnya mengingini milik orang lain. Kedua, merasa terganggu dengan kebaikan yang diperoleh orang lain – meskipun ia tidak mesti memiliki apa yang didapatkan orang tersebut – pokoknya ia tetap terganggu.
Dan umumnya iri hati terjadi pada golongan yang sama, misalnya pengusaha dengan pengusaha, pengurus dengan pengurus, guru sm dengan guru sm atau pendeta dengan pendeta.

Dan akibatnya, orang yang iri hati: Untuk jenis yang pertama, akan berusaha mendapatkan milik orang lain tersebut. Dan untuk jenis yang kedua, akan memikirkan segala macam cara supaya orang lain tersebut tidak mengalami kebaikan/kemajuan sama sekali, mungkin dengan sembunyi-sembunyi (gosip/fitnah); terang-terangan (bisa sampai serangan fisik)

Jadi jelas, iri hati sangat merusak: Merusak diri sendiri. Dan merusak orang lain.

Bagaimana dengan kita di GPMII? MASIHKAH ADA IRI HATI?

Jangan biarkan iri hati masuk hati kita – baik jenis pertama maupun jenis kedua SAMA BURUKNYA! Ingat: Kain membunuh Habel karena iri hati (Kej 4:4-8). Saul mencoba membunuh Daud karena iri hati (1Sam 18:6-11). Para tokoh agama Yahudi berusaha membunuh Yesus karena iri hati (Mat 27:18).

APAKAH ADA GEJALA PERSELISIHAN?
Mengapa perselisihan merupakan salah satu ukuran daripada seorang kristen apakah dewasa ataukah tidak?

Karena orang Kristen dewasa kesukaannya adalah kasih dan kerukunan. Bukan berarti tidak boleh beda pendapat. Bukan berarti semua satu suara. Bukan berarti tidak boleh marah. Tetapi sekalipun berbeda, senantiasa ada hati yang saling menerima. Sedangkan orang yang hanya mau menang sendiri, menunjukkan bahwa ia tidak dewasa. Ilust. Sebuah gereja yang pernah dilayani oleh Pdt James Emery White. Waktu ia tantang orang-orang di gereja yang penuh masalah tersebut hasilnya sangat mengejutkan sekali: bagi jemaat itu, semua hubungna yang terputus, semua perpecahan bukan saja dianggap sebagai hal normal, tetapi merupakan HAK MEREKA. Seseorang malah berkata, “mengapa mengadakan pertemuan bulanan jika kita tidak bisa bertengkar?”
BAGAIMANA DENGAN KITA DI GPMII?
MARI kita berdoa, semoga GPMII di masa-masa yang datang akan semakin melimpah dengan kasih.

APAKAH ADA GEJALA FAVORITISME?
Ilust. Waktu kecil, kita pasti memperdebatkan soal jagoan-jagoan kita. Kalau saya sih lebih hebat superman daripada spiderman (yang lain nimpali, ndak spiderman). Bahkan kadang-kadang orang tua kita juga ikut menjadi bahan perdebatan. Kalo papaku lebih hebat daripada papamu. Kalo berkelahi papa saya pasti menang. Atau, gaji papaku lebih besar dari gaji papamu. Atau, papaku lebih kaya dari papamu. Pernah punya pengalaman demikian bukan? Itulah anak-anak

Dan ternyata, hal ini mirip dengan yang dialami oleh jemaat Korintus. Kelompok yang satu menjagokan Paulus dan kelompok yang lain menjagokan Apolos. Dan tentu saja dengan sikap favoritisme seperti ini menjadi biang perpecahan. Apalagi kalau misalnya, Pemimpin (Paulus/Apolos) yang difavoritkan tersebut geer dan mau memfavoritkan diri, maka akan semakin menambah kekacauan di dalam jemaat.

Rumusan Alkitab: Mengulang favoritisme = mengulang perpecahan

Ini adalah 3 indikator untuk mengetahui apakah seorang Kristen tergolong dewasa ataukah masih bayi rohani.

Jadi, kalau kita ingin bertumbuh dewasa, maka yang pertama kita harus lakukan adalah:
Buanglah iri hati. Jangan mengingini. Mari belajar bersyukur: Dengan apa yang ada pada kita, Dengan kebaikan/kemajuan/perkembangan yang dialami oleh orang lain. Ilust. Bersyukurlah bila orang lain menjadi baik/jaya, Tuhan saya bersyukur, karena teman saya berhasil dalam pekerjaannya, Jangan berkata, “Tuhan teman saya berhasil, saya berdoa semoga dia jatuh miskin”.

Buanglah perselisihan. Mari di tengah segala perbedaan/kelemahan, mari terimalah seorang akan yang lain – seperti yang dilakukan Yesus kepada kita. Memang kita dalam konteks kebersamaan, tidak dapat menghindari perbedaan dan konflik yang timbul – tetapi jangan sampai kita menjadi orang yang ‘menyukai’ perselisihan – kata yang penting adalah AMPUNI. Seorang kristen dewasa akan menggunakan karunia-karunianya untuk membangun orang lain, sedangkan yang belum dewasa umumnya hanya mementingkan diri dan memamerkan kemampuannya.

Buanglah favoritisme. Mari setiap anggota jemaat memberikan cinta yang sama kepada para pemimpin –jangan pilih bulu. Ilust. I love u fulllllllllllllllllll. Demikian juga setiap pemimpin memberikan cinta yang sama kepada setiap anggota – jangan pilih bulu. Ingat: yang terpenting di dalam pelayanan adalah Allah. Allah adalah sumber pertumbuhan, tidak seorang pun yang boleh mengambil kehormatan yang seharusnya diberikan kepada Allah. Jadi seorang yang dewasa rohaninya: Menolak difavoritkan; Menolak memfavoritkan dirinya.

Mengulang favoritisme = mengulang perpecahan.

Warning: hal ini jarang dipikirkan orang lain

Setiap kali ada perpecahan, perlu memeriksa, jangan-jangan hal ini disebabkan oleh favoritisme.

KALO KITA MENGERTI DAN MENERIMA FIRMAN TUHAN HARI INI SAYA PERCAYA, KITA AKAN MAMPU BERGANDENGAN TANGAN DI DALAM MELAYANI TUHAN. Artinya kalo 3 hal di atas kita buang, kita bukan saja semakin bertumbuh rohani, tetapi juga, terciptanya kesatuan di tengah-tengah umat Tuhan.

Amin

sahabat

•December 12, 2012 • Leave a Comment

sahabat

kalahkan kejaha…

•December 12, 2012 • Leave a Comment

kalahkan kejahatan dengan kebaikan

BERTUMBUH DEWASA MELALUI KEBENARAN

•February 13, 2009 • 3 Comments

elyardman2

Oleh: Elyardman Sarumaha

Nats: Yoh.8:32;17:7

Ilust. Saya pernah merencanakan mengundang seorang hamba Tuhan yang terkenal untuk melayani di GPMII Balikpapan. Tetapi untuk memastikannya saya bertanya kepada rekan yang mengetahui jelas tentang dia. tetapi saya terkejut karena info yang saya dapatkan dia sudah menyimpang dari kebenaran.

Jadi,bicara soal kebenaran, tidaklah cukup berkata aku kenal dia 1 tahun, 2 tahun yang lalu tetapi yang sangat penting adalah sekarang ini bagaimana?

Nah, bicara soal kebenaran ada 4 golongan yang perlu kita simak baik-baik:

1. TIDAK TAHU KEBENARAN TAPI TINDAKANNYA BENAR
Mungkin kita berkata, masa sih ada golongan seperti ini? Yang saya maksud dengan ‘tidak tahu kebenaran’ belum sampai kepada titik ‘mencerna/memahami/menjelaskan kebenaran itu sendiri.

Contoh: anak kecil. Anak kecil, bila kita perhatikan ada tindakan/perbuatannya yang menyatakan kebenaran. Ilust. Anak saya yang berusia 17 bulan, sebelum dia tidur tangannya sudah dilipat untuk berdoa – bandingkan dengan orang dewasa, kadang langsung tidur lupa berdoa. Tapi, kalau saudara bertanya kepada anak kecil mengapa ia melakukan demikian…..pasti ia jawab: kata papa/mama begitu (papa yang ajar atau mama yang ajar) atau nanti papa/marah

Saudara bisa bayangkan kalau GPMII terdiri atas orang-orang yang seperti ini bukan? Kita pasti akan kuatir …..:”siaga satu” terus……Sama seperti anak kecil yang masih belum bisa dilepas begitu saja. Mungkin kita berkata tapi kan yang penting kan tindakannya benar.

ILust. Di Sekolah Teologia seringkali ada pertanyaan seperti ini: Saudara pilih mana: ‘orangnya pintar tapi hatinya jelek’ atau orang bodoh tapi hatinya baik’. Kalau kita mau jujur sebenarnya harus dua-dua bukan (meskipun pilihan kedua yang paling banyak, orang suka)

Tidaklah cukup apabila tindakannya saja yang benar tetapi pengetahuannya tentang kebenaran itu harus jelas.

Inilah yang perlu kita kikis habis di GPMII ini bukan?

Jangan merasa puas hanya karena tindakannya benar

Periksa baik-baik kenapa ia melakukan hal itu

Periksa apa motivasinya

Periksa apa yang melatarbelakangi tindakan tersebut.

2. TIDAK TAHU KEBENARAN DAN JUGA TINDAKANNYA TIDAK BENAR
Ilust. Saya masih ingat dengan sekelompok jemaat yang melakukan satu kegiatan rohani di satu tempat, tepat pada hari minggu. Akibatnya mereka tidak ibadah. Lalu saya menegor mereka. Sebagian diantaranya memang tidak mengerti jelas tentang konsep sabat. Pikirnya mereka sudah melakukan hal yang rohani sehingga dapat menggantikan ibadah hari minggu.

Saudara bisa bayangkan sendiri kalau GPMII terdiri atas orang-orang seperti ini. Saudara bisa bayangkan sendiri kalau para pemimpin di GPMII adalah seperti ini, kalau hal-hal yang mendasar tentang kebenaran/firman Tuhan tidak dipahami dengan baik. Celaka bukan?

Inilah proyek/tugas kita untuk mengubah orang-orang yang seperti ini.

3. TAHU KEBENARAN TAPI TINDAKANNYA TIDAK BENAR
Bila kita bertanya: apa sih yang menyebabkan Kaum Farisi dan Ahli Taurat tersandung bahkan mengalami kejatuhan yang mendalam? Apakah karena mereka kurang pintar? ….BUKAN! Tetapi apa? Selain konsepsi mereka sendiri, sebenarnya juga adalah masalah aplikasi atau penerapan taurat/firman yang mereka sangat kuasai (bahkan sangat detil) itu.

Bukankah ini juga kejatuhan terbesar hamba-hamba Tuhan, majelis, pengurus serta jemaat, yaitu ketika doktrin menjejali otak kita tetapi sangat miskin di dalam penerapannya?

Kita bisa saja tahu Alkitab dari A sampai Z

Kita bisa saja tahu teologia dari zaman bahela sampai zaman modern

Tetapi apa gunanya kalau hanya disimpan diotak saja tetapi penerapannya tidak ada?

Stephen Tong ketika berhadapan dengan teolog-teolog barat Regent College Vancouver dia pernah berkata: kamu teolog-teolog Barat, selalu menyimpan teologi dalam lemari es, sekarang saya harap keluarkan itu, lalu buatlah menjadi hangat.

Ilust. Setiap kali kami khotbah dengan istri saya, kami selalu ada bahasa yang mengingatkan….kita khotbah jangan sampai seperti tape recorder ya? Saudara tahu tape recorder bukan? Kita khotbah bukan hanya di sini (tunjuk kepala) tetapi di dalam hidup kita.

GPMII jangan senang kalau terdiri atas orang-orang pintar tetapi kosong di dalam tindakan.

GPMII membutuhkan orang-orang yang pintar dan juga bijak di dalam bertindak.

Yak. 2:22 – hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja, sebab jika tidak demikian kamu menipu dirimu sendiri

4. TAHU KEBENARAN DAN JUGA TINDAKANNYA BENAR
DL Moody: Alkitab bukan diberikan untuk meningkatkan pengetahuan kita, melainkan untuk mengubah hidup kita.

Inilah yang kita butuhkan di GPMII, yaitu: Orang yang mau diisi oleh firman, doktrin yang benar, yang tekun mengisi diri …….tapi tidak berhenti di sana tetapi Juga yang bersungguh hati menerapkannya di dalam kehidupannya

Jangan menjadi tape recorder

Jadilah pelaku firman.

John Huss (1370-14-15), seorang martir yang merelakan diri dibakar api karena kebenaran, pernah berkata: “Carilah kebenaran – dengarkan kebenaran – ajarkan kebenaran – kasihi kebenaran – melekatlah pada kebenaran – dan pertahankan kebenaran sampai mati”.

Jangan menjadi orang yang ngomongnya kencang, kata-katanya hebat, pengetahuannya hebat…….tapi buahnya tidak ada

Juga jangan menjadi orang yang ken…….ca….ng di dalam pelayanan (tindakannya benar) tetapi pemahaman firmannya tidak ada.

ILust. Banyak orang Kristen mengimani Alkitab dari Awal sampai Akhir, tetapi belum pernah sama sekali membaca Alkitab dari Awal sampai akhir.

Kiranya kebenaran itu nyata dalam hidup anda.

Dan jangan lupa Yesus yang kita sembah adalah Diri-Nya Kebenaran (Aletheia).

YESUS SANGGUP MEMULIHKAN HIDUP ANDA

•February 13, 2009 • 2 Comments

Elyardman Sarumaha (dikhotbahkan di GPMII Balikpapan)

Nats: Yoh.6:1-15

Bulan ini apakah tema kita? YESUS SANGGUP MEMULIHKAN HIDUP ANDA. Dan hari ini, kita sudah memasuki minggu yang kedua dengan sub tema: Yesus memberi makan 5000 ribu orang. Dari antara semua mujizat yang diperbuat Kristus, pemberian makanan kepada 5000 ribu orang inilah satu-satunya mujizat yang dituliskan kepada 5000 orang inilah satu-satunya mujizat yang dituliskan oleh keempat injil. Ada yang luarbiasa: Bayang-bayang bahwa ia sendiri kelak memberi dirinya untuk orang banyak. Roti kehidupan

ILust. Jangankan memberi makan 5 ribu orang, memberi makan 5 orang susahnya bukan main, bukan?

Mengapa Yesus kita sebut sebagai Pribadi yang sanggup memulihkan hidup kita? Ada 3 pelajaran:

Yesus menguasai keadaan
Sebaliknya manusia, terkadang menjadi “korban” keadaan. Terkadang dipengaruhi oleh keadaan bahkan sampai dibelenggu keadaan. Tidak heran manusia gampang sekali diprovokasi: Karena kepepet: terpaksa merampok/membunuh/mencuri; Demi mencapai tujuan: halalkan segala cara (clean manage soal belakang, yang penting untung duluan); Karena hasutan: rame-rame demo; Karena gengsi: tidak mau mengakui kesalahan; Kalau kita beberkan semua, pasti terlalu banyak sekali, bukan?; Terlalu banyak contoh untuk hal ini.

Dan bila kita kembali, pada bagian-bagian Alkitab yang baru kita baca bukankah kita menemukan beberapa keadaan? Ada 5000 orang yang harus diberi makan (belum termasuk wanita dan anak-anak); 200 dinar saja tidak akan cukup; 5 roti dan 2 ikan; Hari sudah malam; Tempat itu sudah sepi; Dan dengan keadaan-keadaan ini apa yang sedang terjadi? Yesus tidak dipengaruhi keadaan tetapi Filipus & Andreas dipengaruhi keadaan.

Jawab Filipus kepada-Nya: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.”

Jawaban Andreas: “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?

Mungkin kita bertanya apakah jawaban ini salah? Ini tidak salah bukan? Ini kan sah-sah saja, bukan? Bukankah jawaban mereka logis atau masuk akal bukan?

Jawab: Jawaban Filipus dan Andreas adalah salah! Jawaban mereka salah dan tidak sah, sekalipun dari sudut logika masuk akal, Mengapa? Karena saat ini juga Yesus ada di samping mereka; BDK. AY. 2 DENGAN ORANG-ORANG YANG MENGIKUTI DIA KARENA MUJIZAT; Kalau mereka masih ingat, bukankah Yesus baru saja menyembuhkan orang yang sakit di kolam Betesda?

Bukankah ini menunjukkan mereka kurang beriman? Dan kalau kita tarik lagi ke belakang, bukankah mereka pernah menyaksikan Yesus melakukan mujizat yang pertama (Air menjadi anggur?) Perhatikan sekali lagi! Sebenarnya jawaban Filipus adalah sangat pesimis sekali: Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.” Dalam terjemahan NIV: Philip answered, “Don’t you know that it would take almost a year’s wages just to buy only a little bread for each of these people?” (Tidakkah kamu tahu bahwa ini menelan biaya hampir sama dengan upah setahun untuk membeli seketul roti untuk masing-masing orang ini?)

Ilust. Kalau harga kantin kita, di P. sari = 6000 x 5000 = 30 juta. Sekalipun logis, tapi bukankah Yesus ada di tengah-tengah mereka? Bukankah ini menunjukkan bahwa mereka “dikuasai” keadaan? Bukankah ini menunjukkan bahwa keadaan seolah-oleh “mencekik” iman mereka? Bagaimana dengan kita? Adakah kita saat ini kita sedang mengalami persoalan yang sama? Keadaan apakah saat ini yang sedang menghimpit iman kita? Keluarga; Usaha; Pelayanan; Orang lain

Ingat: Yesus ada di samping kita! Yesus sanggup menguasai keadaan. (Ilust. Gambar “pengaruh” & “dipengaruhi”)

Yesus memiliki belas kasihan
Matius 14:14: “Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan…..”

Tergerak oleh belas kasihan” = berasal dari kata Yunani splagkhna = mangkuk yang mengacu kepada hati nurani yang terdalam, sehingga dapat diartikan oleh perasaan yang terdalam.

Tapi apakah ini mudah? Kalau kita melihat Mat. 13:13, sebenarnya ini tidak mudah bagi Yesus, mengapa? Yohanes Pembaptis baru dipenggal – Berdukacita; Secara mental Yesus sedang TERLUKA; KELELAHAN; Yesus dan murid-muridNya: LAPAR; BINGUNG

Yesus bisa saja, memikirkan diri sendiri. Tetapi ini tidak Ia lakukan. Karena hatinya dipenuhi oleh belas kasihan. Ilust. Hudson Taylor. Ketika Hudson Taylor menjadi direktur dari China Inland Mission (OMF), ia sering menginterview calon-calon missionari: “mengapa kalian ingin menjadi missionari? “saya ingin menjadi missionari karena Yesus telah memerintahkan kita untuk pergi ke seluruh dunia dan kabarkan Injil kepada setiap bangsa”. Seorang lagi berkata, “karena manusia akan binasa tanpa Kristus”. Dan yang lain memberi alasan yang berbeda lagi. Hudson Taylor berkata: “semua motif itu, meskipun baik, tidak akan membuat engkau bertahan saat engkau menghadapi cobaan, ujian, penganiayaan dan penderitaan yang mungkin membawa kematian. Tetapi ada satu motif yang akan membuat kalian tetap bertahan, setia dan keadaan yang sulit bagaimana pun, yaitu KASIH’

Sesungguhnya inilah yang harus kita miliki kasih. Yaitu hati digerakkan oleh belas kasihan. Selama kita tidak memiliki hati seperti ini, tidak heran kita kadangkala terlalu picik melihat orang lain. Kalau kita memiliki hati seperti ini: kita akan melihat seperti Yesus melihat. ILust. Di sebuah konvesi di Bali. Apakah kita juga melihat seperti mereka melihat? Bila belum jangan-jangan kita belum memiliki hati yang murni, seperti hati Yesus yang dipenuhi oleh belas kasihan.

Miliki hati seperti hati Yesus. Dan miliki cara melihat seperti Yesus melihat

Yesus sanggup mengubah yang kecil/remeh menjadi yang besar/luarbiasa
Kalau sudah bicara KUASA TUHAN seringkali orang salah paham
Ilust. Suatu kali ada pertanyaan, bisakah Tuhan menciptakan sesuatu, sampai Tuhan sendiri tidak bisa mengangkatNya? Jb. Pertanyaan yang salah.

Ilust. Ini sama dengan seorang supir taxi yang lagi mengemudi dengan kencang. Apakah kamu tak menyetir terlalu cepat, mas? Ah ini biasa-biasa saja. Apakah kamu tak percaya ada malaikat penjaga ada di sekeliling kita? Aku percaya mas. Tetapi aku kuatir mereka sudah ketinggalan jauh di belakang kita.

Dua contoh ini: menunjukkan kesalahpahaman tentang kuasa dan perlindungan Tuhan bukan? Seolah-olah Tuhan itu pemain sirkus yang sedang atraksi. Bukan untuk itu. Seperti bagian ini, mengapa Yesus melakukan mujizat ini.Dari 5 roti yang tipis dan 2 ikan yang kecil-kecil? (five barley loaves, and two small fishes (ay.9)

Di sisi yang lain, untuk mendidik murid-muridNya yang jelas masih beriman pada keadaan bukan pada Tuhan Yesus sendiri. Untuk mendidik para muridNya untuk beriman dalam segala keadaan. Dan hari itu, bukankah para murid mendapatkan pelajaran yang sangat berharga sekali, bukan? Yang kecil menjadi besar dan banyak. Dari yang mustahil menjadi mungkin. Yang kurang justru bersisa (konsep manusia: yang lebih yang bersisa). Sisa: 12 bakul penuh dari 5 roti jelai(ini menunjukkan mujizat) yaitu dari 5 roti jelai yang menurut Andreas itu tidak mungkin(ay.9)

Ini sungguh pelajaran yang indah sekali. Satu bakul bisa untuk murid-muridNya (?). Kepuasan ada di dalam Yesus. Akulah Roti Hidup

Diakhir cerita: murid-muridNya menjadi “lebih” dibandingkan pada permulaanNya. Berkat Tuhan diberikan oleh karena kemurahan hatiNya BUKAN oleh kekurangan iman kita. Cara Allah berbeda dengan kita. Bagi Allah, yang kecil kadang-kadang besar, dan yang besar itu kadang-kadang kecil.

Dengan pasukan Gideon yang sedikit menghasilkan tanda ajaib (Hak.7). Dengan murid-muridNya yang hanya 12, kerajaan Romawi yang besar ”digoncangkan”.

Kita dapat saja berkata apakah faedah dari beberapa roti untuk orang sebanyak itu? Apakah gunanya 12 murid? Apakah gunanya pula pendeta/penginjil untuk bangsa Indonesia yang luasnya dari sabang sampai merauke? Tetapi camkanlah: dengan beberapa roti saja beribu-ribu orang diberiNya makan kenyang. Dengan beberapa orang saja diperbuatNya tanda-tanda ajaib. CARA YESUS BERHITUNG BERBEDA DENGAN KITA.

Bagaimana dengan kita? Yesus sanggup memulihkan hidup kita. Yesus menguasai keadaan. Yesus memiliki belas kasihan. Yesus sanggup mengubah yang kecil/remeh menjadi yang besar/luarbiasa.

Datanglah pada Yesus. Percayalah kepada Yesus. Percayakanlah hidup anda kepada Yesus.

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.